Kategori

Kamis, 30 Maret 2017

Artikel Tentang Ceritaku Bersama Keluarga di KOTU (Kota Tua)

Ini cerita aku saat liburan tahun baru saat itulah aku bisa rileks dari tugas-tugas kampus hehe tapi lumayan lah. Liburan kampus ini sebenarnya engga kemana-mana sih di rumah aja iya paling makan tidur makan tidur doang hehe (maklum mumpung lagi libur kuliah bebas dong ya..hehe..).

Oh iya aku mampir lupa disini aku juga jalan-jalan loh. Jalan-jalan bareng keluarga aku, ada mama, bibi aku, adik sepupu aku dan sama teman mama dan anaknya juga sih.. iya rame kan.. Kali ini aku pergi ke Kota Tua, tempat bersejarah loh..

Kota tua adalah sebuah kawasan kota rintisan yang dulunya dibangun oleh Belanda sebagai pusat perdagangan di Asia. Berada di tengah kepulauan Indonesia menjadikan Batavia (Sebutan Jakarta dimasa itu) sebagai pusat perdagangan dari dan keluar negeri menggunakan pelayaran.

Aku pergi ke Kotu menggunakan kereta, iya kira-kira 1-2 jam lah kami harus rela berbagi tempat untuk berdiri dan rela dempet-dempetan sama orang-orang yang juga ingin bepergian bersama orang terkasihnya. Saat di kereta kami harus bersabar untuk bisa mendapatkan tempat duduk yang kosong karena bukan main ramenya orang yang ingin bepergian juga. Namun engga terasa waktu 2 jam berlalu dan tibalah kami di Kota Tua, tempat bersejarah yang ada di Jakarta. Sebelum kita berjelajah ke museum-museum yang ada di Kota Tua, kami berhenti sejenak di depan Museum Bali Seni Rupa dan Keramik untuk beristirahat dan makan, kebetulan sebelum kami masuk ke Kota Tua, kami sempat membeli makanan untuk di makan loh yaitu ada mie goreng, mie bihun, mie kwitiau, pecel, dan lontong. Hmm..yummy..

Selesai makan kami lanjut berjelajah tapi sebelum itu kami menyewa sepeda ontel untuk bersepeda di lapangan Kota Tua setengah jam Rp. 20.000. Aku bersepeda bareng adik sepupu aku, kami senang sekali karena jujur ini baru pertama kalinya aku naik sepeda ontel dan baru pertama kalinya aku ke Kota Tua tempat bersejarah yang ada di Jakarta. Iya walaupun panasnya bukan main tapi itu engga peduli karena kami udah puas banget bisa jalan-jalan ke Kota Tua.

Setengah jam berlalu kami bersepeda ontel, dan kami lanjut ke museum Wayang, sebelum masuk kami harus bayar uang masuk bagi yang Dewasa di kenakan sebesar Rp.3000 sedangkan Anak-anak sebesar Rp.2000. Sampai di dalam aku dan adik sepupu aku langsung membaca tulisan-tulisan yang ada di Wayang. Satu persatu kami membaca tulisan-tulisan itu dan sedikit demi sedikit kami mendapatkan sedikit ilmu tentang wayang-wayang tersebut.


Kisah mistis pertama yang melekat dari museum ini adalah fenomena gaib yang konon menyelimuti sejumlah wayang. Konon beberapa wayang seperti wayang yang berasal dari Sumatera bernama Si Gale-Gale yang memiliki bentuk tiga dimensi kerap terlihat bergerak sendiri. Kisah mistis ini pun di benarkan oleh salah seorang pekerja Museum bernama Rohim. Menurutnya pernah ada seorang anak kecil yang ketakutan karena saat mengamati wayang tersebut, tiba-tiba wayang Si Gale-Gale terlihat bergerak sendiri. Namun, menurut Rohim fenomena mistis tersebut tidak hanya terjadi pada wayang Si Gale-Gale, karena ada satu wayang yang merupakan sumbangan dari seorang kolektor China yang tidak bisa di pindahkan sama sekali. Ia percaya jika sejumlah wayang di Museum ini memang berpenghuni.

Sekitar 1 jam kami berada di Museum wayang tersebut dan akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke museum selanjutnya. Namun saat kami ingin memasuki museum selanjutnya, kami mendapatkan panggilan untuk makan dulu (maklum perut kami sudah berdemo ria minta makan hehe). Kami jalan menuju restoran, kami melihat patung yang berwarna kuning bersinar yang bisa bergerak loh. kami langsung mengeluarkan handphone untuk berfoto bersama patung tersebut. Nah, setelah itu barulah kami lanjut mencari restoran yang ada disana namun berhubung restorannya penuh dengan bule-bule yang ada jadi kami memutuskan untuk masuk kembali ke dalam Kota Tua untuk beristirahat sejenak.
Capek bercampur panasnya yang bukan main membuat kami kelelahan dan beristirahat sebentar di tempat yang adem dengan angin yang berterbangan. Semakin siang semakin banyaknya orang yang berdatangan ke Kota Tua dan membuat aku pusing tujuh keliling karena semakin banyak orang yang berdatangan semakin padat jalanan menuju pintu keluar Kota Tua.

Capek sudah kami berjelajah ke museum-museum yang ada di Kota Tua, kami akhirnya pulang ke Bekasi karena hari juga sudah semakin sore dan Museum pun juga sudah mau tutup. Hmm..capek tapi senang sih bisa jalan-jalan di sisa libur kampus hehe.. karena tanggal 9 januari harus kembali masuk kampus lagi dan siap dengan tugas-tugas yang numpuk.. semangat!!

Karena sudah lelah dan capek dengan berpanas-panasan juga di Kota kami pun akhirnya pulang dengan menggunakan kereta, kendaraan yang tadi sudah mengantarkan kami sampai ke Kota Tua dengan selamat dan sekarang harus mengantarkan kami kembali menuju ke bekasi dengan selamat pula hehe.


Hati-hatilah jika anda membawa barang, jaga barang bawaan anda jangan sampai berpindah tempat ke orang lain, jika terjadi sesuatu hubungi pihak yang bersangkutan hehe.. itu kata-kata terakhir dari orang yang berbicara di kereta hehe…

Liburan ke Taman Bunga Nusantara, Puncak Bogor

Hay.. teman-teman pembaca.. pasti dari kalian sudah ada yang taukan, apa dan dimana itu Taman Bungan Nusantara??.. “Yup.. pasti kalian langsung tau kalau itu di Puncak”.

Disini saya mau berbagi cerita tentang liburan saya ke Taman Bunga Nusantara, Puncak Bogor. Liburan yang tidak direncanakan ini ternyata cukup menyenangkan, saat itu sabtu pagi kakak perempuan saya berisap-siap untuk jalan-jalan kebetulan saat itu saya tidak mengetahui kalau kakak saya meu berjalan-jalan, kakak saya mengajak saya untuk ikut, dengan tidak ada persiapan sama sekali saya hanya berangkat dengan membawa uang yang tidak terlalu banyak. Saya pikir hanya kita ber2 saja yang pergi ternyata kakak saya mengajak teman dan sepupu temannya. Perjalanan dimulai..
Sabtu pagi tepat pukul 09:00 kami berangkat dengan menggunakan sepedah motor, perjalanan yang cukup lama dengan jarak Bekasi – Bogor ini ditempuh dengan waktu tiga jam karena 2 kali melakukan istirahat, kebetulan saat itu cuacanya tidak terlalu panas dan diperjalannya pun tidak terlalu macet. Ketika kami telah sampai dibogor kota, saya pikir sebentar lagi sampai ternyata tidak. Setelah hampir  sampai dipuncak kami beristirahat di suatu POM Bensin karena perut terasa lapar kami membeli jajanan yaitu Cilok ( Aci dicolok ). Kami melanjutkan perjalanan ketika sudah dipuncak udara sangat sejuk sekali dengan pemandangan kebun teh yang berada di sepanjang jalan karena kami mengendarai sepedah motor jadi suasananya lebih terasa. Setelah kami tiba di Taman Bunga Nusantara ternyata banyak sekali pengunjung yang datang baik dari dalam daerah, luar daerah maupun touris mancan negara pun ada disana dengan harga masuk yang tidak terlalu mahal. Sesampai didalam kami lalu berfoto-foto banyak juga orang-orang yang  foto dengan menggunakan kamera digital atau pun kamera hp. Disana banyak sekali jenis-jenis tanaman bunga, tempat yang saya suka adalah Rumah Kaca dan taman bunga Mawar. Disana juga ada Labirin, air pancur, tanaman yang dirangkai sedemikian indahnya, serta kalian juga dapat berkeliling dengan menggunakan kereta yeng mengelilingi kebun.

Keberadaan kami disana tidak terlalu lama dikarenakan cuaca semakin mendung, kami memutuskan untuk pulang. Setelah diperjalanan pulang kami terjebak hujan besar di puncak, dengan keadaan tidak membawa jaket hujan, padahal awalnya kami menunggu sampai hujan redah setalah ditunggu-tunggu hujannya tak juga reda jadi kami memutuskan untuk menerobos hujan, dengan cuaca yang seperti itu tentulah kami tidak bisa jika harus terus berjalan, kami berteduh lagi di saung untuk membeli wedang jahe dan mie rebus, hem.. sangat cocok bukan. Setelah menunggu akhirnya hujan pun reda.. kami hampir sampai di cisarua ternyata disana tidak hujan, dengan keadaan pakaian kami yang basah karena hujan kami pun merasa malu karena disana tidak turun hujan. Huft..
Ketika sampai di Cileungsi kami beristirahat sambil mengisi perut yang kosong, pulang dengan keadaan pakaian yang kering dibadan, untungnya saya hanya dibonceng huh.. badan terasa pegal-pegal dan ngantuk sekali, rasanya mau mandi terus langsung tidur dikasur yang nyaman “Hayalankuh”.

Alhamdulillah akhirnya sampai juga di Bekasi.. hem “mendadak rindu rumah”.

Perjalanan selesai.. ini cerita saya J

Oleh: Hikmah Nur Kodriyah., MA15 B

Ngetrip Pulau Harapan (12 Agustus 2016)

Hey hoy terima kasih ya sebelumnya udah baca tulisan aku J Cuma mau berbagi cerita nih tentang perjalanan  liburan ke Pulau Harapan, Kepulauan Seribu. Aku pergi ngetrip ke Pulau Harapan bersama teman - teman ku, kami ber 15 orang ( kalo ngetrip ke pulau lebih baik banyak orangnya biar harganya lebih murah hehe). Kami menggunakan jasa Project Wisata 350.000 (2 hari 1 malam) cukup murah kan? :D



Kami berkumpul di pom bensin deket kampus kami, dan berangkat pukul 04.00 menuju Pelabuhan Kali Adem – Muara Angke. Pukul 08.00 kapal berangkat dari Pelabuhan Kali Adem – Muara Angke menuju Pulau Harapan. Kapalnya lumayan penuh karena kami pergi di hari libur dan kapal yang aku tumpangi sangat sesak sampai aku hampir muntah haha. Sepanjang perjalan yang memakan waktu kurang lebih 3 jam saya hanya tidur aja boro – boro bisa foto – foto di kapal melek aja puyeng (kampungan banget :D). 


Yeay akhirnya kami tiba juga di Pulau Harapan sepanjang mata memandang laut yang luas dan berwarna biru kadang hijau jernih, ugh kebayar banget di kapal mabok pas udah sampe di suguhin pemandangan seperti ini. Maha Besar Allah bisa menciptakan yang sebagus ini J. Sesampai di home stay, kami langsung makan siang dan solat dzuhur. Setelah itu, kami menuju kapal untuk snorkeling kita kali itu yaitu 2 pulau yaitu Pulau Bidadari dan Pulau Pramuka. Ini pengalaman pertama yang sangat menarik karena aku baru pertama kali snorkeling yeaayyy haha :D

Setelah puas snorkeling, kami menuju Pulau Pramuka untuk menikmati sun set sambil minum air kelapa, segernya bukan main whahaha :D. Ternyata mendung pun datang dan sayangnya tidak bisa menikmati sun set, terpaksa kami meninggalkan Pulau Pramuka dan kembali ke Pulau Harapan. Ditengah perjalanan si momon berteriak histeris karena angin laut sangat kencang pada saat itu, perahu kami terobang-abing hampir mau guling (serius ga lebay haha)
  
Kami sampai home stay jam 18.00. Setelah mandi dan solat magrib, kami makan malam. Pukul 21.00, kami mengadakan acara barbeque sosis,ikan. Sungguh bener-bener nikmat ditemani angin laut malam hari yang tidak begitu kencang :D. tapi sayang banget soalnya kita ga barbeque sendiri gitu, pas kita udah sampe ditempat buat barbeque eh mas-mas udah nyiapin ikan,sosis yang udah dibakar sama dia huuuffftttttt…. Tapi bener dah enak banget ikan bakarnya beda sama ikan bakar yang dijual pedagang kaki lima (ga bohong deh) :D

Di pagi hari, setelah solat subuh, aku seperti biasa tidur lagi haha padahal temen-temen aku pada olahraga pagi dan menikmati sunrise (nyesel sih gabisa liat sunrise huhu). Jam 7 aku dibangunin Evita untuk siap-siap sarapan dan menjelajahi ke Pulau Perak, tapi sayangnya aku tidak ikut ke Pulau Perak karena badan ku yang kurang fit.

Sekitar pukul 12.00, temen-temen ku sampe di home stay lalu kami semua packing kemudian langsung menuju kapal. Pukul 12.30, kapal berangkat dari Pulau Harapan menuju Pelabuhan Kali Adem - Muara Angke. Sekitar pukul 15.30, kapal sampe di Muara Angke


Sekian ceritanya, next trip ya kawan kita menjelajahi pulau – pulau di Indonesia tercinta ini. Bye bye……..

Oleh : Putri Yunita, MA 15 B

Wisata Waduk Cacaban, Tegal

Liburan tahun baru kemarin saya dan keluarga pulang ke kampung halaman tepatnya di kota Tegal Jawa Tengah. Kalau pulang ke kampung tidak jalan-jalan itu rasanya tidak afdol apalagi di kota Tegal banyak tempat wisata yang menarik saya rasa tidak akan menyesal jika jalan-jalan ke tempat wisata kota Tegal. Salah satu tempat yang saya kunjungi bersama kaka saya adalah WISATA WADUK CACABAN, Wisata Waduk Cacaban adalah sebuah bendungan yang terletak di Desa Penujah Kec. Kedung Banteng Kab. Tegal. 



Saya memilih berkunjung ke wisata waduk cacaban karena selain tempatnya terjangkau dari rumah bayar tiket masuknya pun sangat murah tapi karena saya masih satu kecamatan di wisata tersebut jadi saya tidak dipungut untuk bayar masuk ke wisata waduk cacaban.  Setelah sampai di tempat wisatanya tempatnya sepi hanya rame sama orang-orang nelayan yang ingin memancing ataupun mau ke sawah , karena biasanya rame oleh pengunjung pada hari libur atau hari minggu . karena waktu itu tempatnya sepi jadi kita bisa leluasa berfoto-foto apa lagi waktu itu cuacanya lagi mendung, adem, anginnya pun sepoy-sepoy. 

Setelah bosan berfoto-foto kami beristirahat di warung sederhana sekitar wisata waduk cacaban yang terkenal dengan menu makanannya seperti rujak lontong, gorengan dan teh anget gula batu karena tempat kita beristirahat di atas bukit jadi kita makan sambil menikmati pemandangan yang indah dari atas bukit. Setelah selesai makan pun kami pulang kerumah.
  

Oleh: Fitri Nuraeni, MA15 B

Liburan Akhir Tahun di Ciwidey, Bandung

Hey guys.. aku mau cerita tentang liburan akhir tahun kemarin nih. Jadi, liburan akhir tahun kemarin aku berlibur bersama keluargaku kerumah bibi di Ciwidey, Bandung, Jawa Barat yang sangat terkenal dengan strawbbery nya loh..! dan cuaca yang sangat sejuk untuk pikiran yang mumet dancocok untuk reflesing otak. Selama di perjalanan aku dan keluarga sangat menikmati perjalanan yang sangat seru dan melewati beberapa tempat wisata alam yang tidak boleh di lewatkan, untuk itu aku memutuskan untuk meminta kepada mamah dan ayah untuk mampir ke tempat wisata alam tangkuban perahu tapi ternyata pada hari itu gunungnya sedang aktif jadi para pengunjung tidak di perbolehkan untuk memasuki daerah sana (sedih ya huft,.) akhirnya aku dan keluargaku melanjutkan perjalanan dan memutuskan untuk mampir ke wisata alam kawah putih. Disana kami semua menikmati pemandangan yang sangat indah tetapi saat kita sedang menikmati pemandangan, tiba-tiba belerang itu sangat menyengat ke hidung dan akhirnya semua pengunjung di haruskan untuk memakai masker agar tidak sesak nafas dan karena udaranya juga cukup dingin aku dan keluarga tidak kuat lagi  berlama-lama disana akhirnya kami memutuskan untuk pulang dan melanjutkan perjalanan kerumah bibi.
  
Selama di perjalanan cukup menegangkan karena jalanannya yang sangat sempit dan menanjak membuat jantungku berdebar, sesampainya disana ternyata rumah bibiku dekat dengan gunung. Lalu, aku mendapatkan tempat untuk selfie mengabadikan moment. Disana banyak pepohonan hijau dan jauh dari polusi seperti di bekasi (hehe)

Malamnya kami berencana untuk keesokan harinya untuk berenang di Pemandian Air Panas Ciwalini. Pagi harinya kami semua berangkat ke Pemandian Air Panas Ciwalini, disana terdapat di kaki perkebunan teh walini yang udaranya sangat sejuk. Disana terdapat dua kolam renang untuk menikmati kehangatan air ditengah sejuknya udara pegunungan, adapula kolam dengan fasilitas yang lebih lengkap. Tetapi kita semua memilih untuk masuk ke kolam dengan fasilitas yang lengkap. Untuk tiket masuknya Rp 15.000 / orang dan mendapatkan bonus teh sachet walini bagi setiap pengunjung yang datang
 
Kami semua sangat menikmati berenang disana, dan saya tidak lupa untuk selfie bersama adik yang paling bontot dan jarang banget mamahku juga mau ikutan selfie (ya walaupun sedikit paksaan dan akhirnya mau juga hehe..)


Setelah selesai berenang kami semua mampir ke kebun teh ciwalinidan menikmati pemandangan yang sangat indahdan sejuk, disana terdapat berbagai macam wahana seperti Flying Fox, penyewaan sepeda dan lainnya. Kami juga tidak lupa untuk membeli oleh-oleh dan souvenir yang bagus di sana


Singkat cerita dari aku see you guys......


Oleh : Ghina A'maliah Yuyanti, MA15 B

Pantai Indrayanti, Gunung Kidul Yogyakarta

Hallooo.. hehe

Kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya berlibur di Pantai Indrayanti yang terletak di Gunung Kidul Yoyakarta, pada akhir tahun lalu.

Liburan kali ini berawal dari kejenuhan saya dengan aktifitas saya sehari-hari, jadi saya memutuskan untuk pergi berlibur. Oh iya, saya tidak pergi sendirian loh!  Saya pergi bersama dua teman saya, dan pacar saya juga tentunya hehe. Setelah kami memilih beberapa tempat untuk berlibur, akhirnya kami memutuskan untuk  menghabiskan libur akhir tahun ke Yogyakarta. Kenapa kami memilih pergi ke Yogyakarta??? Tentu saja ada alasan nya, alasan nya adalah....

Jeng jeng jeng jeng hehe (lebay nya saya)

Setelah kami browsing dan searching sana sini, kami mendapat informasi ternyata Yogyakarta memiliki deretan pantai-pantai yang sangaaaaat indah dan masih sangat bersih tentunya. Tidak hanya pantai ternyata Yogyakarta memiliki banyak tempat wisata lain nya, jadi tidaklah salah jika akhirnya kami memilih Yogyakarta sebagai tempat tujuan berlibur kami.

Pada kesempatan ini saya hanya akan membahas salah satu pantai di Yogyakarta, yaitu Pantai Indrayanti. Untuk tempat wisata lain nya di Yogyakarta akan saya bahas pada kesempatan lain nya ya hehe

Pantai Indrayanti ini berpasir putih, masih sangat sangat bersih, airnya pun sangat jernih sehingga karang-karang nya pun bisa terlihat dengan jelas, seperti yang anda bisa di lihat pada foto di bawah ini ketika saya sedang berselfie ria bersama salah seorang teman saya hehe
Maafkan saya ya karena gambarnya sedikit buram (maklum hanya pakai kamera handphone) dan maafkan juga ya untuk pose saya yang tidak jelas itu J
  
Di pinggir pantai ini terdapat banyak warung yg menjual makanan, minuman, dsb. Harga barang dagangan pada warung-warung tersebut masih terbilang normal menurut saya mengingat letaknya yang berada di kawasan wisata.

Para pedagangnya pun sangat ramah dan mereka gak suka tembak harga untuk para wisatawan kok hehe. Serta untuk para wisatawan yang tidak bisa berbahasa jawa jangan khawatir karena para pedagang disini mayoritas fasih berbahasa Indonesia.

Di pinggir pantai ini juga banyak sekali jasa penyewaan tikar dan payung untuk bersantai ria memandang keindahan pantai ini, untuk biaya penyewaan nya bervariasi tergantung dari ukuran tikar yang di sewa. Harganya berkisar Rp 20.000 sampai Rp 50.000.
Berikut ini penampakan nya hehe


Bisa di lihat sebelah kanan saya ada deretan warung - warung, serta penyewaan tikar dan payung, jangan salah fokus liat pose alay kami ya hehe

Di pantai ini juga ada beberapa gundukan batu atau karang besar seperti bukit, entah batu atau karang saya pun kurang tau hehe. Dan ada salah satu gundukan batu atau karang ini yang bisa kita daki. Tapi jangan bayangkan pendakian yg rumit atau seperti mendaki gunung ketika kita mendaki gundukan batu atau karang ini hehe

Karena pihak pengelola pantai ini sudah membuat anak tangga serta ada pegangan nya pula untuk memudahkan kita mendaki ke atas gundukan batu atau karang ini, tetapi untuk naik ke atas batu atau karang ini tidak gratis, kita harus merogoh kocek sebesar Rp 5.000, harga yang menurut saya sangat murah untuk melihat sebuah pemandangan yang sangat indah dan menakjubkan dari atas gundukan batu atau karang ini.

Berikut ini penampakan pemandangan ketika saya berada di atas batu atau karang ini. Bagaimana??? Sangat indah bukan??? Hehe.. Aslinya jauh lebih indah daripada di foto saya ini. Karena foto saya burem dan hanya mengandalkan kamera handphone, jadi sekali lagi harap di maklumi ya hehe


Oh iya, saya hampir lupa..
Untuk masuk ke pantai ini gratis loh, hanya untuk naik keatas gundukan batu atau karang itu saja yang bayar Rp 5.000. Info lain nya, parkiran di pantai ini untuk motor bayar Rp 2.000 karena saya naik motor, dan untuk mobil saya kurang tau karena saya ga tanya-tanya sama petugas parkirnya hehe

Toilet yang ada di pantai ini pun bersih, dan ada air tawar nya juga loh! Untuk menggunakan toilet ini kita harus mengeluarkan biaya Rp 2.000 untuk buang air besar/kecil, sedangkan untuk mandi Rp 3.000 per orang. Tidak jauh dari pinggir pantai ini pun ada penginapan, tapi maaf saya kurang tau untuk harga per malam nya berapa hehe

Untuk menuju pantai ini kita memerlukan waktu kurang lebih 2 setengah jam dari kota Yogyakarta, dan jangan lupa jika ingin pergi ke pantai ini di musim panas, pakai lah hand body lotion yang mengandung spf dan sunblock karena ketika siang hari sangat panas hehe (namanya juga pantai pasti panas ya di siang hari hehe)

Satu lagi catatan penting  untuk yang ingin pergi ke pantai ini, terutama untuk wisatawan dari luar kota yang belum mengetahui wilayah Gunung Kidul, Yogyakarta tempat pantai ini berada. Kembalilah dari pantai ini sebelum terlalu sore atau magrib ya!!!


Terima kasih sudah mau mendengarkan pengalaman saya berlibur ke Pantai Indrayanti, Yogyakarta J

Oleh : Fischa Revy, MA 15 B

Liburan Akhir Tahun di Metropolitan Mall Cileungsi

Pada tanggal 24 Desember 2016, aku dan keluargaku berencana nonton bioskop di Metropolitan Mall Cileungsi. Sebelum pergi nonton kita berunding tentang film apa yg akan di tonton. Kebetulan orang-orang lagi heboh tentang film “Hangout” dan akhirnya kita sepakat untuk nonton film “Hangout”. Kita berangkat dari rumah setelah adzan Dzuhur. Sesampainya di bioskop, aku memesan tiket yang kebetulan kebagian jam 14:45. Sambil menunggu filmnya, kita makan dulu di KFC. Setelah makan, kita foto-foto untuk mengabadikan momen itu,soalnya mamah itu orangnya susah banget kalo diajak selfie. Setelah foto-foto akhirnya film yang kita tunggu di mulai. Didalam bioskop, aku ngeliat mamah sama adik antusias banget nontonya. Selesai nonton, kita sempatkan waktu lagi untuk berbelanja. Setelah puas berbelanja, jam 19:00 aku dan keluargaku pulang ke rumah.

Oleh : Ami Amelia, MA 15 B